Alhamdulillah sudah 5 bulan ini saya berkeluarga cemara, kenapa cemara? Karena saya bukan kaum yang bersembunyi di balik pohon gharkad. (Semoga paham)
Sebuah cerita unik dalam proses pernikahan kami. Hal2 yang ada didalamnya begitu melekat. saya sendiri yakin sampai akhir hayat kami, ingatan2 tentang awal proses pernikahan akan selalu terekam rapi. Tapi semua orang begitu juga sih bilangnya. Hahaha...
Saya ingin menceritakan sedikit tentang keluarga karena, kadang beberapa orang lebih suka membahas ipoleksosbudhankammas daripada keluarganya. Ada hal2 yang seharusnya dibanggakan lebih tinggi daripada prestasi2 semu yang kadang orang cari dengan lebih susah payah daripada berprestasi dalam hubungan berkeluarga.
Sekaligus ini juga menjadi pembatas diri saya terhadap wanita2 yang mengejar2 saya pagi dan sore... Mereka tidak henti2nya mengejar saya karena arahan bos mereka di perusahaan riba tersebut. Hehehe.. Bahkan di kasus lain saya juga dikejar2 wanita2 berparas cantik yang rambutnya terurai sampai dasar neraka, yang pakaiannya sangat syar'i dalam golongan syaiton dan iblis. Mereka menyebut2 sebuah nama yg berbeda2. Ada yang bilang Masboro, LE, DunnHall, premil, dan lain2 lah..
Begitu menyeramkannya dunia di akhir zaman ini, hingga ada sebuah hadist Rasullullah yang intinya mereka yang melakukan hal yang benar seperti memegang bara api yang sangat panas. Semoga kita semua dapat bersabar atas hal tersebut. Amin.
Saya pun tak begitu Taat beragama, jika dibanding dengan Rasulullah dan sahabat. Hehehe... Hanya saja kita umat Islam semua ingin merujuk hampir semua sendi kehidupan dengan cara yang dicontohkan Beliau dan sahabatnya.
Begitu pula dengan pemilihan pasangan hidup dalam Islam. Sebuah cara memilih yang paling manusiawi menurut saya ya pake cara rasullullah. " Di ceritakan oleh Musadad, diceritakan Yahya dari ‘abdulloh berkata bercerita kepadaku Sa’id Ibn Abi Sa’id dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung."
Ada analogi numerik yg menarik yang disampaikan oleh seorang ulama besar Indonesia yaitu Buya Hamka. Beliau memberi score dalam hadist diatas. Kecantikan bernilai 0 , hartanya bernilai 0, kedudukan/keturunan bernilai 0, dan agamanya bernilai 1. Jadi kita bebas mau mendahulukan yang mana, sebagai contoh jika kita memilih kecantikan dibanding agama maka scorenya menjadi 0100(seratus) . Namun bila kita memilih agama dibanding tiga hal yang lain maka pernikahan kita akan bernilai (1000) seribu. Inilah yang dimaksud dengan beruntung itu.
Saya menilai sungguh indah analogi ini, karena sangat melekat dalam benak saya yang masih awam dalam beragama. Begitu pula rekan2 yang masih awam juga dalam memahami sebuah konteks hadist.
Di lain kesempatan, akan saya ceritakan detail, alternatif kita jika mau menawarkan suatu hal (pernikahan) kepada wanita dengan cara yang santun tanpa menyakiti siapapun termasuk diri kita sendiri. Tentunya berdasarkan pengalaman pribadi.
Salah satu idola saya dalam bermuamalah ialah KH Ahmad Dahlan. Beliau mengajarkan walaupun ilmu kita masih sedikit, tapi terapkanlah yang sedikit tersebut dalam kehidupan. Karena INTI ISLAM ialah bermuamalah. Bukan cerita fiksi atau dongeng yg hanya dibayangkan tanpa aplikasi.
Semoga bermanfaat bagi kami dan saudara sesama muslim. Aamiin...
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar